Tingkatan manusia di dalam shalat - My articles - Publisher - Selamat Datang...
Selamat Datang
Friday, 2016-12-09, 4:40 PM
| RSS
 
Main Publisher
Site menu
Di Baca Ya..
Artikel Komputer
Download
Section categories
My articles [5]
Statistics


Рейтинг@Mail.ru
Tentang Ku
Site friends
  • Ikamm Pesawaran
  • Konsultasi Syariah
  • PKS
  • Info Palestina
  • FSLDK
  • Mita Rusmiati
  • Aulia Lutfi
  • Pengunjung
    Sering Dilihat
    [2016-06-28]
    Мониторинг новостей из мира туризма - AiesecTran (0)
    [2016-06-28]
    Блог - Реконструкция и строительство (0)
    [2016-06-28]
    Каталог файлов - Каталог статей (0)
    [2016-06-28]
    Дрогобыч - Новости Дрогобыччины (0)
    [2011-01-18]
    Akan Datang Penghuni Surga (1)
    Search
    Main » Articles » My articles

    Tingkatan manusia di dalam shalat
    Ibnul Qayyim berkata, "Tingkatan manusia di dalam shalat ada lima :

    Pertama, orang yang sangat zalim terhadap dirinya sendiri. Mereka adalah orang yang wudhunya tidak sempurna, waktu shalatnya tidak terjaga, syarat dan rukunnya tidak diperhatikan;

    Kedua, orang yang memperhatikan shalat, wudhu dan rukun-rukun lahiriah shalat. Akan tetapi ia lupa akan kesungguhan jiwa. Mereka terlena oleh bisikan ...dan gangguan yang ada dalam pikirannya;


    Ketiga, orang yang menjaga syarat dan rukun shalatnya, dan jiwanya bersungguh-sungguh melawan bisikan dan gangguan. Mereka sangat semangat dalam melawan musuh-musuh agar tidak mampu mencuri shalat mereka. Orang seperti ini berada dalam shalat dan perjuangan;

    Keempat, orang yang sangat memperhatikan shalatnya dan hatinya terfokus dalam ruh shalat dan penghambaan terhadap Rabbnya;

    Kelima, orang yang mencurahkan segala pikiran dan hatinya untuk mencapai kekhusyukan yang paripurna di dalam shalat. Ia melihat Allah dengan hatinya dan ia sadar bahwa Allah selalu mengawasinya. Hatinya penuh dengan cinta dan keagungan Allah. Seolah-olah ia melihat Allah dan ia hadir di hadapan-Nya. Bisikan dan godaan lenyap dari dirinya. Tabir penutup antara dirinya dan Allah telah terbuka. Perbedaan orang seperti ini dengan orang yang lupa di dalam shalatnya ibarat jarak antara bumi dan langit. Orang seperti itu mampu menyatu dengan Allah di dalam shalatnya.

    Yang pertama disiksa, yang kedua dihisab, yang ketiga dimaafkan, yang keempat mendapatkan pahala, dan yang kelima dekat dan menjadi kekasih Allah.” (al Wabil ash Shayyib min al Kalim ath Thayyib).
    Category: My articles | Added by: kiki (2012-03-04)
    Views: 665 | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Name *:
    Email *:
    Code *:
    Jam Digital
    Tulisan Terbaru
    [2016-06-28]
    Дрогобыч - Новости Дрогобыччины (0)
    [2016-06-28]
    Блог - Реконструкция и строительство (0)
    [2016-06-28]
    Каталог файлов - Каталог статей (0)
    [2016-06-28]
    Мониторинг новостей из мира туризма - AiesecTran (0)
    [2012-03-05]
    Sofware Mengetik 10 Jari (0)
    [2012-03-04]
    Manfaat Menangis Bagi Kesehatan (0)
    [2012-03-04]
    Bahaya Memendam Emosi (0)
    [2012-03-04]
    Sebuah Konsep Kebahagiaan (0)
    [2012-03-04]
    Menghapus ShortCut dari Flashdisk (0)
    [2012-03-04]
    Menu Cepat Dalam Word 2007 (0)
    Tausyah Terbaru
    [2012-02-08][My articles]
    17 Hal yang harus diingat (0)
    [2012-03-04][My articles]
    Tingkatan manusia di dalam shalat (0)
    [2012-02-08][My articles]
    Belajar Dari Mutiara (0)
    [2012-02-08][My articles]
    Mencapai potensi hidup yang maksimal (0)
    [2012-03-13][My articles]
    Dongeng Shalat (0)
    Tag Board
    300
    Freelance
    Copyright MuJahid © 2011-2016
    Free web hostinguCoz